Sekarang Aku Tahu! -- Teks Eksposisikah?
Jalan-jalan ke Jawa Barat
Pulangnya tak lupa membeli donat
Belajar harus semangat
Prestasi dan berkah pasti kudapat
PCR Dulu Sebelum Terbang? Oh Kantongku Sayang! 😖
Pandemi yang sampai saat ini masih belum berakhir membuat setiap individu lebih berhati-hati ketika beraktivitas sehingga memunculkan beberapa kebiasaan baru yang diharapkan dapat menjaga dan membantu melindungi diri dari sebaran virus corona di banyak tempat. Tak heran lagi jika di beberapa tempat di kota-kota besar dan tempat-tempat lainnya, pemandangan pemakaian masker yang selalu melekat di wajah setiap orang selalu dengan mudah kita temui. Pemandangan seperti itu tentu juga akan dengan mudah kita temui di bandara-bandara di Indonesia.
Selain pemakaian masker dan beberapa aturan umum lainnya dalam pengendalian dan pembatasan penyebaran virus corona, mereka yang memiliki hajat untuk dapat pergi ke beberapa tempat dengan menggunakan pesawat memiliki kewajiban untuk melakukan tes RT-PCR. Aturan ini menjadi salah satu dari semua aturan yang wajib dipenuhi oleh mereka, para calon penumpang, untuk dapat terbang dengan salah satu moda transportasi ini, tanpa ini tentu saja rencana penerbangan walaupun sudah membeli tiket akan terkendala bahkan batal.
Dengan adanya aturan tersebut tentu saya dapat mengatakan bahwa ini dapat menjadi sesuatu yang menjadi penambah beban, khususnya dalam hal biaya, ketika seseorang ingin memtuskan melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Ya, bagaimana tidak, secara logika seseorang tentu akan membuat perbandingan beban biaya sebelum dan setelah adanya aturan tersebut. Kimia Farma dengan laboraturiumnya yang tersebar banyak di beberapa daerah di Indonesia per tanggal 17 Agustus 2021, melihat dari berita di kesehatan.kontan.co.id tertampil bahwa harga tes PCR di sana sebesar RP495.000 di wilayah di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Harga tersebut bisa setara dengan harga tiket yang dibeli untuk beberapa perjalanan penerbangan domestik. Dengan kata lain bisa sama dengan membeli dua tiket perjalalanan. Selain itu tes PCR pun, walaupun memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan tes swab antigen, tidak 100 persen bisa menjadi patokan kepastian seseorang benar-benar terdeteksi terkena/bebas dari covid 19 karena masih memungkinkan terjadi false negatif PCR.
Pengecekan seseorang yang positif atau negatif sebelum menggunakan moda transportasi udara ini sebenarnya bisa ditekan biayanya dengan menggunakan alat pengecek lainnya semisal GeNoSe. Selain harganya yang jauh lebih terjangkau dari tes PCR, alat skrining ini jauh lebih nyaman dalam prosedur penggunaannya karena pengambilan sampel hanya dari embusan napas saja. Saya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih untuk bisa memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi para pengguna transportasi umum di masa pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berlalu.
Komentar
Posting Komentar